Sabar-sabar....jangan emosii duluu,,,
Baca lanjutannya yaa...!! =D
Baca lanjutannya yaa...!! =D
![]() |
| Rossi vs. Stoner / Marquez vs. Rossi Laguna Seca |
Saya lihat tidak ada bukti bahwa
Marquez membantu Lorenzo di Philip Island. Saya lihat ditiap hal yang telah dia
lakukan di Sepang, tapi ini bukan niat utamanya untuk bermain-main dengan
Rossi, yang menghinanya di depan publik beberapa hari yang lalu. Jika ya, serangan Marquez di Sepang akan seperti ini : "jadi
kau pikir aku sudah bermain-main denganmu di Australia, benarkah? Baik, lihat
ini, seperti ini lah rasanya jika aku benar-benar bermain-main denganmu."
Rossi dengan beberapa pembenaran meniupnya
ke puncak (menjatuhkan Marc karena monuvernya). Dan karena itu dia dikirim ke grid paling belakang, sebuah penalti
yang efektif untuk mengakhiri kesempatan untuk kejuaraannya. Rossi mengakui bahwa
serangan ucapannya adalah sebuah kesalahan, seperti keputusannya untuk berdebat
dengan Marquez di tengah pertandingan. “Aku menyesal telah melebar dan tidak
mengikuti jalur normalku,” katanya di Valencia. Yang membuatnya kehilangan
gelarnya di Kamis sore di Sepang.
Saya masih pendukung Rossi. Saya juga
menyukai sejarahnya. Jika saja Rossi memenangkan kejuarannya di hari Minggu,
ini akan menjadi momen bersejarah yang sangat luar biasa: seorang pesaing
ganas, olahraga kejam memenangkan gelar GrandPrix kesepuluh setelah 19 tahun gelar pertamanya. Ini hampir
dua kali lipat rekor Michael Schumacher F1, yang jarak gelar terakhirnya 11
tahun dari gelar pertamanya. Ini akan menjadi prestasi manusia super, tidak
hanya di olahraga unik motor, tapi di seluruh bidang olahraga lain.
Yang mana membawa kita ke sepuluh
juta dollar pertanyaan tentang apa yang berlangsung di hari Minggu. Lorenzo
memenangkan pertandingan dan gelarnya, Marquez finish kedua, Dani Pedrosa
ketiga dan Rossi finish jauh keempat dengan heroik setelah berhasil memotong
jalan dari urutan grid ke 26.
Jika kedua Honda berhasil menyalip
Lorenzo, Rossi akan menjadi juara. Tapi mereka tidak melakukannya. Mungkin
Marquez memburu Lorenzo, tapi jika itu benar kenapa dia hanya mengekori M1
sepanjang pertandingan? dengan bahasa tubuhnya yang –selalu keras!- menjelaskan
pada kita bahwa dia sedang merencanakan untuk menyerang Lorenzo di putaran
akhir, seperti di akhir final yang terjepit, yang mana tidak akan memberikan
Lorenzo kesempatan untuk membalasnya kembali? Dan kenapa dia tidak memberikan
Lorenzo hal yang mudah, mengikutinya dengan jarak aman daripada membuntutinya
putaran demi putaran? Semua itu adalah pertanyaan yang mana setiap orang
memiliki jawabannya sendiri. Hanya satu kenyataan bahwa M1 Lorenzo memiliki
akselerasi grip yang bagus, jadi Marquez tidak bisa mendapatkan set up yang dia
butuhkan untuk menyalip Lorenzo di tikungan berikutnya.
Hal ini juga bernilai untuk
menunjukkan bahwa Valencia adalah salah satu lintasan yang sulit untuk
melakukan overtaking atau menyalip. Ini adalah lintasan pelan, sempit, satu jalur,
sirkuit mengikuti-rider-di-depanku dengan entri lambat yang mematikan sampai ke
dalam jalur lurus. Ini berlawanan dengan lintasan lebar, cepat dan terbuka di
Philip Island. Layout Valencia membuat kesempatan kecil bagi pembalap untuk
bersiap keluar dari satu tikungan ke tikungan lainnya, terutama untuk motor
MotoGP yang berat dengan kontrol traksi dan rem karbon. Lima dari sembilan
pertandingan kering MotoGP yang terakhir tidak ada satu pun manuver overtaking
di depan. Tidak satupun.
Di hari Minggu saya berusaha membuka
kebenaran dengan mengeluyur ke paddock mencari yang terhormat, pengamat yang
tidak memihak yang sudah berada di dalam pertandingan Grand Prix selama banyak
decade. Saya bertanya pada para ahli mesin pabrikan, manajer tim, mantan
pembalap, pembalap sekarang ini dan para mekanik, yang sedang menghindar dari
orang-orang dengan kapak untuk menggilas (dengan kata lain, anggota dari pasukan
pabrikan Yamaha dan Honda)
Pemungutan suara berakhir dengan
panas, dengan beberapa ketidaktahuan dan sedikit yang tidak mau tahu,
kebanyakan adalah pembalap yang lari menjauh saat aku mengajukan pertanyaan kepada
mereka. Hasilnya mengkonfirmasi bahwa bahkan orang yang paling mengerti tentang
olahraga tidak yakin dengan apa yang telah terjadi.
Kenyataan lain adalah Lorenzo
memenangkan kejuaraan dengan selisih tujuh poin untuk kemenangan, sebuah
penghargaan unik dimana membuktikan dia adalah cukup sulit untuk disalip di clear-track dan merubah mode
robot.
Lorenzo tidak diragukan menjadi
pembalap tercepat di tahun 2015. Rossi sangat dekat dengan kejuaraan dengan
empat kemenangan, termasuk kemenangannya di Silverstone (hujan), tidak
diragukan dia adalah pembalap terbaik. Dia pastinya beradaptasi lebih baik
dalam keadaan dari pada rekan timnya. Dia hanya membuat satu kesalahan
sepanjang tahun : yaitu memulai perang kata dengan Marquez di pers konferen
sebelum pertandingan di Sepang. JIka dia tetap menjaga pemikirannya untuk
dirinya sendiri waktu itu, pertandingan akan berlangsung normal dan dia mungkin
akan berada dalam perebutan gelar di Valencia dengan kental. Itu akan menjadi
layak untuk ditonton.
Saya memiliki teori –sepenuhnya
berdasarkan- permohonan besar Rossi untuk memenangkan gelarnya, jadi dia bisa
mempersembahkannya pada sahabat terbaiknya Marco Simoncelli. Jika ada kebenaran
di sini, mungkin emosinya bercampur dengan proses pemikiran normalnya, dimana
selalu menjadi bencana dalam pertandingan.
Disamping kesuraman yang terjadi di
minggu-minggu ini dan disamping pendukung fanatiknya yang menganggapnya seorang
dewa yang tidak bisa melakukan kesalahan, saya masih pendukung Rossi. Tapi saya
juga pendukung Marquez karena dia memiliki semangat pejuang yang sama saat
pertama kali saya tertarik dengan Rossi.
Karakter Lorenzo memang tidak terlalu
merebut perhatianku tapi ketika saya berdiri di sisi lintasan, melihatnya
melayang melewati tikungan dengan sudut yang tidak mungkin untuk merebah,
motornya benar-benar tenang. Saya sangat terkagum-kagum. Tidak satu pun
pembalap bisa seperti itu.
Saya juga kagum dengan kemampuannya
tetap tenang dan mengendara tiap inci dengan sempurna di depan ribuan penonton
yang memakai tinta spesifik warna kuning yang membuuu-nya. Saya memiliki
kegilaan yang bertentangan dalam diriku,
jadi semakin dia di benci oleh pendukung yang menolak bahwa dia seorang
brilian, semakin aku menyukainya.
Jadi sekarang aku menyukai mereka
semua. Aku menyukai pertandingan motor, menghargai semua karakter hidup ekstrim
mereka dan menonton drama kekisruhan yang berkembang, seperti perang tanpa
penembakan. Aku tidak perduli siapa yang menang. Apakah yang penting adalah berharap
untuk hasil yang tidak bisa kau kontrol? Aku ingin menjadi suku, pendukung
kuat, membabi buta setia pada motor dan sepak bola.
-------------------------
Note : Nah, seorang Mat Oxley aja bisa punya pandangan seperti itu, walaupun dia pendukung berat Rossi, please deeh buat Rossi fanatik yang berasal dari negeri sendiri, gak usah buat spekulasi yang sok-sok jadi analisis motogp terus nyepam sosmed kanan kiri, menghujat dan lain sebagainya.... boleh kecewa sih, tapi ya kalian tau batasnya bicara kan.... #forzaVale46
and again...
kalo emg Om Vale ditakdirin menang, meskipun Lorenzo di konvoi Marquez, di patrol sama polisi sejagad pun, pasti dia Crash Out juga, ato paling gak motornya ngadat ga bisa finish, toh Lorenzo juga bawa motor sendiri, gak lagi boncengan sama Marquez...XD



